Jeratan Ekspektasi

By Firyal Adilah - 01.21



        Jika berubah semudah berkata, "aku akan berubah" mungkin banyak orang yang sudah melesat jauh dari tempat asal dia berdiri. Jika tekad untuk berubah dapat mudah digenggam, mungkin banyak orang yang sudah berubah lebih baik.

        Kenapa ya banyak rintangan untuk berubah? Apakah tuhan ingin menguji kemampuan umatnya untuk menjadi lebih baik ataukah hanya ingin menertawai umatnya melawan takdir? Kalau tuhan hanya ingin menertawai saja, lebih baik diam saja disini. Di zona nyaman. Namun jika ini adalah ujian tuhan,  aku akan melangkah.

        Mengapa sulit rasanya meninggalkan hal yang tidak kau suka, meninggalkan tempat yang tidak terasa nyaman, dan menghampiri tempat yang ingin kau hampiri. Apa yang menjadi mimpimu pun kau sudah tak tau, rasanya apa yang kau jalani hanyalah sekedar kewajiban sebagai seorang anak dari sebuah keluarga ataupun ekspektasi dari lingkungan sekitar. Rasanya seperti berada di atas jurang, kau ingin jatuh tetapi masih dipegang oleh mereka. Mereka menahanmu untuk jatuh. "Kamu jangan jatuh, nanti tidak akan sukses. Kami punya ekspektasi kau akan sukses disini, bertahanlah."

        Tapi sejujurnya memang mengapa kalau jatuh? Tidak ada yang tau apa yang ada di bawah jurang tersebut, mungkin sesuatu yang indah atau mungkin bukan. Tapi jika bukan sesuatu yang indah, mungkin saja jika jatuh, kau akan menemukan sesuatu disana, jalan menuju gundukan emas misalnya. 

        Aku ingin terjun bebas, namun tak tau bagaimana cara melepas tangan yang memegangku. Aku ingin terjun ke bawah, merasakan terpaan angin kebebasan, mungkin saja aku akan mengepakan sayap, tidak ada yang tau bagaimana nanti hasilnya, namun, satu hal yang pasti tolong izinkan aku mencari diriku sendiri. Tolong lepaskan. Biarkan aku bebas dari segala jeratan ekspektasimu.








Bogor, 2 Januari 2018

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar