Akhir Dari Jeratan Ekspektasi

By Firyal Adilah - 22.57




Butuh waktu lama untuk menyadari bahwa selama ini dirinya membohongi diri sendiri. Berpura-pura tidak merasakan panggilan jiwanya sendiri. Ia berpaling dari tempat ia seharusnya berada. Bersembunyi dibawah ekspektasi orang-orang disekitarnya karena takut mengecewakan.

Selangkah demi langkah ia berjalan menuju jalan untuk memuaskan ekspektasi mereka. Namun, ia sendiri tak menyadari bahwa ia pun juga sedang berlari menuju arah yang berlawanan, berlari menuju mimpinya selama ini. Mimpi yang telah ia kubur dalam-dalam.

Ketika dirinya mulai lelah, ia pun mulai bertanya "mengapa diriku bersembunyi?". Dengan lunglai dirinya berjalan menuju kaca di dinding kamar dan mulai melihat apa yang selama ini ia sembunyikan.

Ia menyembunyikan jati dirinya.

Dirinya tertawa geli hingga tawanya berubah menjadi tangis. Tak mampu berdiri, ia tersungkur di bawah genangan air mata yang telah memenuhi kamar kecilnya di pengasingan. 

Tak ada orang lain yang berada di kamar itu, hanya dirinya dan mimpi yang telah ditemukan sekali lagi. Namun kali ini, ia tak akan berpaling.

Dengan rasa yang berkecamuk dalam dirinya, ia menarik orang yang bertanggung jawab atas segala ekspektasi yang ada di pundaknya dan membuka semua yang ia rasakan serta menjelaskan mimpinya selama ini. 

Akhirnya hari ini, ia berjuang untuk mimpinya sendiri.

Aku tersenyum melihatnya, akhirnya, "selamat tinggal, selamat datang, teruslah berjuang untuk mimpimu."

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar